KLIKBUKA—Pagi yang cerah di Kecamatan Gantarang, Rabu, 6 Agustus 2025, menjadi saksi bergelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang penuh semangat. Di dua panggung berbeda, Camat Gantarang, Ahmad Yusri, membuka acara di Desa Polewali dengan penuh energi, sementara Sekretaris Camat, Indrawati Amin, menghidupkan suasana di Desa Bontosunggu.
Forum tahunan ini bukan sekadar rapat, melainkan perayaan demokrasi desa, tempat warga, pemerintah, dan para pemangku kepentingan merajut impian untuk Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) 2026, berpijak pada visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Bayangkan sebuah mozaik kebersamaan: Anggota DPRD Dapil Gantarang-Kindang, Hj. Nuraidah dan Anhar Sakti, berbaur dengan kepala desa, BPD, ketua RT/RW, Kapus Ponre, Babinsa, Babinkamtibmas, P3MD, LKMD, TP PKK, penyuluh pertanian, pemuda, tenaga pendidik, hingga warga biasa.
Bersama, mereka menyelami potensi desa, menyuarakan aspirasi, dan memetakan langkah besar untuk masa depan yang lebih cerah. Musrenbangdes adalah ladang ide, tempat setiap suara dari yang lantang hingga yang lirih berpadu membentuk rencana pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di Desa Polewali, Camat Ahmad Yusri menyapa peserta dengan semangat membara. “Musrenbang adalah jantungnya pembangunan desa. Di sinilah kita mendengar denyut kebutuhan warga dan merancang program yang benar-benar menyentuh hidup mereka,” ujarnya, membuka forum dengan visi besar. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Musrenbang sebagai jembatan menuju Desa Polewali yang maju, sejahtera, dan penuh harapan.
Sementara itu, di Desa Bontosunggu, Indrawati Amin membawa angin segar dengan pesan yang menggugah. “Ini bukan hanya soal merencanakan, tapi tentang merajut masa depan bersama. Gotong royong dimulai dari sini dari ide, data, dan diskusi yang menghidupkan desa kita,” katanya, memicu antusiasme peserta. Suasana diskusi pun bergelora, bak pasar ide yang ramai, di mana setiap usulan disaring dengan cermat untuk menentukan prioritas RKPDes 2026.
Forum ini bukan tanpa hasil. Dengan dinamika diskusi yang penuh semangat, peserta menyepakati program-program unggulan yang akan menjadi tulang punggung pembangunan tahun depan. Tak hanya itu, Tim RKP pun dibentuk untuk memastikan setiap ide yang lahir di Musrenbang ini tersusun rapi menjadi rencana yang actionable.
Anhar Sakti, anggota DPRD, menegaskan bahwa Musrenbang ditutup dengan penandatanganan berita acara, sebuah ikrar kolektif untuk mewujudkan rencana yang telah disepakati. Di sisi lain, Hj. Nuraidah mengajak semua peserta untuk tak berhenti di sini. “Mari kita kawal usulan ini hingga ke Musrenbang kecamatan dan kabupaten. Partisipasi aktif kalian adalah nyawa pembangunan desa!” serunya, mengobarkan semangat kolaborasi.
Musrenbang Gantarang 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan perjalanan penuh makna menuju desa yang lebih hidup dan berdaya. Dengan semangat gotong royong yang membara, warga Gantarang tak hanya merancang rencana, tapi juga menanam benih harapan untuk masa depan yang gemilang.(*)






