KLIKBUKA.COM, BULUKUMBA.–Kabar gembira datang untuk ribuan petani di Kabupaten Bulukumba. Jumat (28/11/2025), ratusan petani dari berbagai kelompok tani berkumpul di Kamangi, Lingkungan Kalimassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang. Mereka hadir penuh antusias mengikuti sosialisasi regulasi terbaru Kementerian Pertanian tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang resmi turun hingga 20% dari harga sebelumnya.
Penyuluh Pertanian Kabupaten Bulukumba, A. Nastainah, SP., M.Si, membuka acara dengan tegas. “Pupuk adalah nyawa bagi petani. Kalau biaya pupuk mahal, hasil panen bisa habis untuk nutup biaya. Makanya pemahaman terhadap kebijakan baru ini sangat penting,” ujar Nastainah di hadapan puluhan petani yang sudah duduk rapi sejak pagi.
Sesi inti dipaparkan oleh Kasi Ekbang Kelurahan Mariorennu, Saiful. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga ini merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat untuk memangkas biaya produksi petani sekaligus memastikan pupuk subsidi tepat sasaran.
“Ini bukan sekadar turun harga, tapi juga pengawasan yang lebih ketat. HET baru ini wajib dipatuhi semua pihak distributor, pengecer, sampai kelompok tani sendiri. Kalau ada yang jual di atas HET, laporkan segera,” tegas Saiful, disambut anggukan puluhan petani.
Salah seorang petani padi dari Kelompok Tani Sinar Harapan, Pak Muliadi (55), tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Alhamdulillah, kalau benar turun 20%, satu hektare bisa hemat hampir Rp800 ribu sampai Rp1 juta per musim. Lumayan buat tambah bibit sama bayar tenaga tanam,” cerita Muliadi sambil tersenyum lebar.
Namun tak sedikit pula yang masih was-was soal ketersediaan stok dan potensi keterlambatan distribusi. Pertanyaan-pertanyaan kritis itu langsung dijawab tuntas oleh tim penyuluh dan perwakilan kelurahan.
Sebelum acara bubar, para petani sepakat membentuk “Tim Pengawas Harga Pupuk” tingkat kelompok tani. Tim ini bertugas memantau harga di semua pengecer dan melaporkan jika ditemukan pelanggaran HET.
“Komitmen kita satu: regulasi ini harus jalan, demi hasil panen yang lebih baik dan kesejahteraan petani Bulukumba yang lebih tinggi,” tutup Saiful diiringi tepuk tangan meriah.
Dengan penurunan HET pupuk bersubsidi ini, petani Mariorennu dan sekitarnya kini menatap musim tanam 2025/2026 dengan penuh harapan.(*)






