Dari Bulukumba ke Makassar: Mediator Andalan Songsong Hubungan Industrial Transformatif

KLIKBUKA–Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan Penguatan Mediator Hubungan Industrial dan Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit yang digelar oleh Direktorat Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) pada 24-26 Juli 2025 di Makassar. Acara ini menjadi panggung bagi 320 peserta dari Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara untuk bersama-sama memperkuat hubungan industrial yang transformatif, harmonis, dan produktif.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba tak ketinggalan ambil bagian dengan mengirimkan dua mediator andal, Abd. Gafur, SE., MM., dan Farida Sam, SE., sebagai wakil daerah. Selama tiga hari, mereka bergabung dengan mediator hubungan industrial lainnya serta perwakilan LKS Bipartit dari berbagai perusahaan, bertukar ide dan pengalaman untuk membangun dunia kerja yang lebih baik.

Acara yang berlangsung di empat lokasi berbeda di Makassar ini mencapai puncaknya pada penutupan megah di Hotel Horizon Ultima Makassar. Menteri Tenaga Kerja, Prof. Dr. Yassierli, hadir secara langsung untuk menutup kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyinggung nilai luhur bangsa Indonesia: musyawarah dan gotong royong. “Perselisihan di perusahaan harus diselesaikan dengan musyawarah. Semangat gotong royong adalah kunci untuk memajukan perusahaan dan mensejahterakan pekerja,” tegasnya.

Menteri Yassierli juga memaparkan visi besar Kemnaker: menuju hubungan industrial transformatif. “Pengusaha dan pekerja harus berinovasi bersama, menciptakan perusahaan yang maju sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja. Mediator adalah tulang punggung dalam mewujudkan visi ini,” ujarnya. Untuk itu, Kemnaker berkomitmen penuh memperkuat kompetensi mediator di seluruh Indonesia.

Abd. Gafur, mediator dari Bulukumba, menyoroti peran strategis profesinya dalam menjaga harmoni hubungan kerja. “Mediator tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga membina hubungan industrial yang sehat. Di tengah dinamika ketenagakerjaan dan perubahan regulasi yang cepat, kami harus terus belajar dan beradaptasi,” ungkapnya dalam wawancara dengan wartawan.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kemampuan mediator dan memperkuat LKS Bipartit. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kemnaker berharap hubungan industrial di Indonesia semakin harmonis, produktif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Bagi Bulukumba, keikutsertaan dalam acara ini menjadi langkah nyata untuk berkontribusi pada transformasi hubungan industrial di tanah air.(*)

Pos terkait