KLIKBUKA.COM, BULUKUMBA–Di Kampung Gaddea, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, suara tawa pecah bersahut-sahutan di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan yang dihiasi bendera merah putih. Malam itu, Selasa 19 Agustus 2025, warga berkerumun, menunggu momen paling ditunggu: lomba tangkap bebek.
Di tengah sorak-sorai, belasan emak-emak berlari mengejar bebek yang lincah berkelit ke segala arah. Ada yang tergelincir, ada yang berhenti sambil terpingkal. Penonton pun semakin histeris ketika seekor bebek menggigit salah satu peserta hingga ia menjerit kaget bercampur tawa.
“Baru pertama kali saya disuruh tangkap bebek, ternyata susah sekali. Tapi seru!” kata Marwah, warga Bentenge, sembari terengah-engah.
Suasana makin riuh saat bebek yang jadi “bintang utama” kabur tiga kali keluar arena. Panitia terpaksa menghentikan lomba sejenak untuk memburu hewan itu, yang sempat bersembunyi di halaman rumah warga. Penonton pun tertawa puas, menyaksikan bukan hanya lomba, tetapi juga drama dadakan yang sulit dilupakan.
Namun, bukan hanya tangkap bebek. Sejak pagi hingga malam, aneka lomba silih berganti. Anak-anak riang mengikuti balap karung dengan helm, tiup gelas dengan tali, hingga tusuk balon air. Orang dewasa pun tak kalah heboh dengan lomba lari balon pakai pattapi, estafet tepung, hingga perlambatan motor menuju garis finis. Semua lomba punya satu benang merah: tawa yang menyatukan.
Rudi, atau akrab disapa Om Ruteng, panitia yang sibuk hilir-mudik malam itu, tersenyum puas. “Ini bukan sekadar lomba. Kami ingin warga senang, bisa tertawa bersama, dan semakin akrab satu sama lain,” katanya.
Kebersamaan itulah yang diapresiasi Lurah Bentenge, H. Akmal Gasli. Baginya, semangat sederhana warga Gaddea punya arti besar.
“Kami bangga dengan kekompakan warga. Cara mereka merayakan HUT RI mungkin sederhana, tapi maknanya mendalam. Semoga semangat ini terus terjaga,” ujarnya.
Dan ketika malam semakin larut, lampu jalan menerangi sisa-sisa lomba, warga masih betah bercengkerama. Di Gaddea, perayaan HUT RI bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan hidup dengan tawa, kehangatan, dan seekor bebek yang jadi legenda 17 Agustus tahun ini.(*)






