PKK & Baznas Bulukumba Dukung Program Pendidikan Anak Lewat GKB

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemda Bulukumba Dorong Gerakan Kembali Bersekolah/KLIKBUKA/

KLIKBUKA.COM, BULUKUMBA.–Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pendidikan meluncurkan Sosialisasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi. Program ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama.

Gerakan ini lahir dari keprihatinan masih adanya anak usia sekolah yang belum kembali ke bangku pendidikan akibat faktor ekonomi, sosial, maupun geografis. Melalui GKB, Pemkab Bulukumba berkomitmen membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus diakses oleh semua anak tanpa terkecuali.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya kepada Ibu Ketua Tim Penggerak PKK. Semoga langkah ini membawa Bulukumba menuju daerah yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Andi Buyung.

Fokus Sasaran GKB Bulukumba

Program GKB menyasar tiga kelompok utama:

  1. Anak usia sekolah yang belum kembali bersekolah karena kendala tertentu.

  2. Orang tua/wali murid, agar semakin memahami pentingnya pendidikan bagi anak.

  3. Masyarakat umum, sebagai agen penggerak partisipasi pendidikan di lingkungannya.

Sejumlah kegiatan telah dijalankan, mulai dari sosialisasi GKB, pendataan siswa putus sekolah, pemberian bantuan pendidikan berupa seragam dan alat tulis oleh Baznas Bulukumba, hingga pembentukan Satgas Anak Tidak Sekolah dan Tim Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS).

Peran PKK & Pendataan Anak Putus Sekolah

Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menekankan pentingnya pendataan terstruktur agar anak putus sekolah tidak terlewat dari perhatian pemerintah.

“Penanganan sudah berjalan baik, namun diperlukan langkah lebih sistematis. PKK bersama pemerintah desa dan kelurahan akan memastikan setiap anak terdata,” jelasnya.

Mulai September 2025, pendataan akan difokuskan di tiga kecamatan terlebih dahulu, lalu diperluas ke seluruh wilayah Bulukumba. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penempatan anak ke sekolah formal maupun nonformal.

Dukungan Baznas & Penyerahan Bantuan

Turut hadir dalam acara ini Ketua Baznas Bulukumba, H. Kamaruddin Hambali, bersama camat, lurah, kepala desa, serta pimpinan sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Baznas menyerahkan bantuan pendidikan berupa seragam dan alat tulis kepada siswa dan pendidik.

Andi Herfida juga mengapresiasi peran Baznas yang konsisten mendukung berbagai program sosial dan pendidikan di Bulukumba.

“Kontribusi Baznas sangat luar biasa. Hampir semua kegiatan sosial mendapat dukungan penuh,” katanya.

Acara ditutup dengan simbolis penyerahan bantuan, sekaligus seruan pemerintah daerah agar seluruh masyarakat mendukung gerakan ini demi terwujudnya generasi Bulukumba yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(*)

Pos terkait