Andi Sudirman Tegaskan Semua Korban Ricuh Demo Bone Akan Ditangani

Andi Sudirman Sulaiman menyatakan komitmennya untuk membantu seluruh korban yang mengalami luka akibat aksi unjuk rasa yang terjadi di Kabupaten Bone beberapa hari terakhir/sulselprov.go.id/

KLIKBUKA.COM, MAKASSAR.–Gubernur Sulsel Andi Sudirman Tegaskan Bantuan untuk Korban Unjuk Rasa Bone lewat Andalan Sulsel Peduli

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan aparat keamanan yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di Kabupaten Bone. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa semua korban luka, baik dari pihak aparat maupun masyarakat, akan mendapatkan bantuan melalui program Andalan Sulsel Peduli.

Bacaan Lainnya

Latar Belakang Unjuk Rasa di Kabupaten Bone

Aksi Menolak Kenaikan PBB-P2

Unjuk rasa di Kabupaten Bone bermula dari penolakan masyarakat terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kenaikan tarif pajak ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ricuhnya Demonstrasi dan Korban Luka

Awalnya berlangsung damai, aksi tersebut berubah ricuh setelah massa melempari aparat keamanan dengan batu. Akibatnya, belasan aparat dari TNI, Polri, dan Satpol PP mengalami luka-luka. Selain aparat, beberapa masyarakat peserta aksi juga dilaporkan terluka.

Komitmen Gubernur Andi Sudirman Sulaiman

Program Andalan Sulsel Peduli sebagai Wujud Kepedulian

Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi hadir untuk semua pihak yang menjadi korban. Melalui Andalan Sulsel Peduli, bantuan akan disalurkan untuk meringankan beban korban dan keluarga.

Bantuan Tanpa Membedakan Latar Belakang

“Semua yang menjadi korban, baik dari kepolisian, TNI, Satpol PP, maupun masyarakat yang ikut dalam unjuk rasa, akan kita bantu lewat Andalan Sulsel Peduli,” ujar Gubernur Andi Sudirman, disadur dari laman sulselprov.go.id  pada Rabu (20/8/2025).

Rincian Kondisi Korban Luka

Aparat Keamanan yang Terluka

Tercatat beberapa anggota TNI, Polri, dan Satpol PP mengalami luka serius akibat lemparan batu. Mereka saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Peserta Aksi dari Masyarakat

Selain aparat, sejumlah warga yang ikut serta dalam demonstrasi juga terluka. Pemerintah memastikan mereka akan mendapat hak yang sama dalam perawatan.

Peran Pemerintah Provinsi Sulsel

Monitoring dan Penanganan Medis

Pemerintah provinsi tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memantau langsung kondisi para korban di rumah sakit. Hal ini dilakukan agar penanganan medis berjalan sesuai standar.

Jaminan Akses Layanan Kesehatan

Selain bantuan awal, Pemprov Sulsel juga menjamin bahwa biaya perawatan korban akan ditanggung hingga sembuh total.

Respons Masyarakat dan Tokoh Lokal

Apresiasi terhadap Langkah Gubernur

Banyak pihak mengapresiasi langkah cepat Gubernur. Masyarakat menilai kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berpihak hanya pada satu kelompok.

Kritik dan Harapan ke Depan

Namun, beberapa tokoh menilai kejadian ini menjadi cermin bahwa pemerintah perlu lebih bijak dalam menetapkan kebijakan fiskal, terutama terkait pajak yang langsung menyentuh masyarakat.

Makna Program Andalan Sulsel Peduli bagi Masyarakat

Filosofi dan Tujuan Program

Program ini lahir sebagai bentuk solidaritas pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang membutuhkan, baik akibat bencana alam, konflik sosial, maupun kondisi darurat lainnya.

Implementasi di Berbagai Kabupaten/Kota

Sebelum di Bone, program ini sudah pernah dijalankan di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk membantu korban bencana dan masyarakat miskin.

Dampak Sosial dan Politik dari Unjuk Rasa Bone

Suara Rakyat Terkait Kebijakan Pajak

Unjuk rasa ini menandakan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2. Pemerintah diharapkan lebih transparan dalam sosialisasi dan mempertimbangkan kondisi ekonomi warga.

Upaya Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas

Di sisi lain, pemerintah harus menjaga stabilitas keamanan agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap percaya pada kebijakan yang dibuat.(*)

Pos terkait