Bulukumba Gelar Kualifikasi Voli Indoor Porprov Sulsel, 10 Tiket Diperebutkan

GOR Bulukumba Jadi Arena Kualifikasi Voli Indoor Porprov Sulsel 2025/Klik Buka/

KLIK BUKA.COM, BULUKUMBA.–Pagi itu, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Bulukumba tak sekadar menjadi arena pertandingan. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan: atlet muda dengan mimpi besar, pelatih dengan strategi yang disimpan rapi, serta daerah-daerah yang membawa nama dan harapan masing-masing.

Babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2025 cabang Bola Voli Indoor Wilayah IV resmi dimulai, Jumat (26/12/2025). Empat kabupaten—Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar—berkumpul dalam satu tujuan: merebut tiket menuju Porprov Sulsel 2026.

Bulukumba, sebagai tuan rumah, menyambut dengan kesederhanaan yang hangat. Persiapan yang terbilang singkat tak mengurangi semangat. Ketua KONI Bulukumba, Andi Muh. Hamka, menyebut olahraga sebagai ruang persaudaraan, bukan sekadar soal menang dan kalah.

“Bulukumba selalu siap diberi amanah. Kami ingin semua yang datang merasa nyaman, baik di lapangan maupun di luar pertandingan,” tuturnya.

Ia bahkan mengajak para atlet dan ofisial menikmati wajah Bulukumba yang lain—Pantai Merpati, angin laut, dan keramahan warga—sebagai bagian dari pengalaman olahraga itu sendiri.

Di tengah riuh sorak penonton, Sekretaris Umum PBVSI Sulsel, Hamka Sunusi, mengingatkan bahwa kualifikasi ini adalah persimpangan penting. Dari 12 kuota Porprov, hanya 10 yang masih tersedia. Setiap set, setiap poin, menjadi penentu masa depan para atlet muda.

“Yang terpenting, sportivitas tetap dijaga. Dari sinilah lahir atlet-atlet besar Sulsel,” ujarnya.

Laga pembuka pun menjadi penanda semangat itu. Tim putra Bulukumba tampil percaya diri, menundukkan Jeneponto tiga set langsung. Tak lama berselang, tim putri Bantaeng menyusul kemenangan atas Selayar dengan skor serupa. Bukan hanya kemenangan yang dirayakan, tetapi kerja keras, disiplin, dan kebersamaan.

Selama tiga hari ke depan, GOR Bulukumba akan terus berdenyut. Setiap peluh yang jatuh di lapangan adalah cerita tentang mimpi, tentang daerah, dan tentang olahraga yang menyatukan.(*)

Pos terkait