KLIK BUKA.COM, Bulukumba. — Hamparan jagung menguning di Dusun Kalicompeng, Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, menjadi saksi kolaborasi negara dan petani dalam menjaga dapur Indonesia. Kamis (8/1/2026), Wakapolres Bulukumba Kompol Syafaruddin, S.H., mewakili Kapolres Bulukumba, hadir langsung dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, bagian dari program nasional ketahanan pangan.
Kehadiran jajaran Polres Bulukumba berpadu dengan unsur Forkopimda Kabupaten Bulukumba, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Camat Ujung Loe, para Pejabat Utama (PJU) Polres, Kapolsek jajaran, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Bulog Bulukumba, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga 57 kelompok tani yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan daerah.
Panen raya ini bukan sekadar seremoni. Di Kecamatan Ujung Loe, jagung dipanen dari lahan seluas ±1.500 hektare dengan estimasi hasil mencapai 8.250 ton. Varietas yang digunakan meliputi bibit Maksi 1 bantuan pemerintah serta bibit Sumo hasil swadaya petani, simbol sinergi antara dukungan negara dan kemandirian masyarakat.
Secara nasional, kegiatan panen raya dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melalui sambungan virtual bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta Direktur Utama Bulog RI. Seluruh daerah di Indonesia mengikuti kegiatan ini secara serentak.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan, pusat kegiatan dipusatkan di Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, yang dihadiri langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., bersama Forkopimda Provinsi Sulsel, Forkopimda Kabupaten Bantaeng, Bupati Jeneponto, tokoh agama, tokoh adat, dan kelompok tani mitra strategis Polri.
Di Bulukumba, Kompol Syafaruddin menegaskan komitmen Polri dalam mengawal ketahanan pangan nasional, tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga keberlanjutan produksi.
“Polri, khususnya Polres Bulukumba, siap mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Kami hadir melalui pendampingan, pengamanan, dan monitoring langsung di lapangan agar petani dapat berproduksi secara optimal,” ujar Kompol Syafaruddin.
Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah petani adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pangan tetap tersedia, stabil, dan berkelanjutan—terutama di daerah agraris seperti Bulukumba yang menjadi lumbung jagung Sulawesi Selatan.(*)






