KLIK BUKA.COM, BULUKUMBA.-Di tengah semangat nasional membangun generasi muda berbasis nilai keagamaan, Panitia Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) melakukan silaturahmi hangat ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan menyambut event akbar IBS yang akan dipusatkan di Kabupaten Bulukumba pada tgl 15 sampai 17 Januari 2026, menjadikan daerah ini sebagai pusat kebahagiaan bagi ratusan santri se-Indonesia.
Rombongan panitia IBS dipimpin oleh H. Kardi, Pengasuh Masjid Kapal Munzalam Bontobahari Bulukumba, yang juga bertindak sebagai pelaksana kegiatan. Mereka diterima langsung oleh Herfida Muchtar Ali Yusuf, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, mewakili Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf.
Silaturahmi ini membahas persiapan event IBS, termasuk penyambutan tamu, lomba keagamaan, dan malam puncak dzikir serta doa bersama.
Acara utama berlangsung selama tiga hari di berbagai lokasi Bulukumba, mulai dari penyambutan di Rujab Bupati hingga penutupan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bulukumba.
Event ini bukan hanya seremoni, tapi upaya membangun kesadaran masyarakat tentang peran santri dalam membawa berkah dan menghindari marabahaya, sekaligus mempromosikan Bulukumba sebagai destinasi wisata religi.
Dengan dukungan donasi dari masyarakat dan mitra, panitia menyiapkan akomodasi di Pondok Pesantren Assadiyah Mabbaraka untuk santri putra-putri, serta hotel dan rumah wakaf untuk tamu lainnya.
Herfida Muchtar Ali Yusuf, yang dikenal sebagai sosok ibu bagi masyarakat Bulukumba, menyambut rombongan dengan penuh kehangatan.
“Alhamdulillah hari ini saya kedatangan tamu dari teman-teman panitia IBS sebagai pelaksana kegiatan Indonesia Bahagiakan Santri yang akan dipusatkan di Kabupaten Bulukumba.
Tentunya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba sangat bahagia dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya, sambil tersenyum lebar.
Ia menekankan betapa luar biasanya menghadirkan ratusan santri nasional, yang diharapkan membawa cerita indah tentang keramahan Bulukumba. “Menghadirkan santri itu sangat luar biasa dan saya sangat support.
Secara pribadi dan selaku Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba yang bermitra dengan pemerintah Kabupaten Bulukumba mengharapkan, bahwa pelaksanaan IBS nantinya dilaksanakan selama 3 hari.
“Untuk itu Saya minta teman-teman panitia, bahwa menghadirkan Santri sebagai tamu harus di layani dengan baik selama berada di Bulukumba,” tambahnya, menitipkan pesan agar tamu merasakan kebahagiaan sejati, bukan cerita buruk.
Dari sisi humanis, Herfida berbagi cerita pribadi tentang bagaimana santri menjadi inspirasi bagi anak-anak Bulukumba.
“Kegiatan IBS betapa luar biasanya, karena Bulukumba terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan IBS. Harapan kita dengan adanya kegiatan IBS, nantinya bukan hanya sebagai acara seremoni, tetapi setelah kegiatan ini masyarakat Kabupaten Bulukumba akan sadar bagaimana pentingnya untuk kita menghadirkan santri-santri kepada masyarakat terutamanya kepada anak-anak kita yang ada di Bulukumba,” katanya, menyoroti dampak jangka panjang event ini dalam membentuk generasi muda yang religius dan bahagia.
Sementara itu, H. Kardi, yang juga Pembina Paskas Bulukumba, menjelaskan kunjungan ini untuk menyampaikan rencana kepada pemerintah daerah.
“Alhamdulillah pihak Pemda Bupati dan ibu Bupati sangat merespon dengan baik dan beliau berpesan untuk menjaga nama baik Bulukumba dan masyarakat Bulukumba, bagaimana kita melayani dan memuliakan tamu yang insha Allah hadir di Bulukumba dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia memperkirakan sekitar 500 santri plus pembina pondok pesantren akan hadir, dengan hadiah dari donasi orang-orang baik.
“Selain itu, pada malam puncak ada dzikir dan doa bersama bersama para santri dan ulama se-Indonesia. Alhamdulillah untuk kegiatan Indonesia Bahagiakan Santri ini adalah yang pertama dilakukan di Bulukumba dengan konsep yang berbeda,” jelas H. Kardi.
Ia menambahkan bahwa event sebelumnya di dua daerah lain hanya satu kegiatan tunggal, sementara di Bulukumba ini lebih komprehensif dengan lomba dan puncak acara yang menghadirkan ulama serta penghafal Al-Quran.
Bandingkan dengan event sebelumnya, IBS di Bulukumba ini lebih premium dan inklusif: bukan hanya satu lokasi, tapi rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal, dari penyambutan makan malam hingga doa bersama untuk kedamaian bangsa.
Masyarakat Bulukumba menunjukkan antusiasme tinggi, berpartisipasi dengan donasi dan dukungan, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di Sulawesi Selatan.(*)






